TOUNA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tojo Una-Una memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Kantor BNNK Touna, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala BNNK Tojo Una-Una, AKBP Djohansah Rahman, S.Pd, didampingi Kasubbag Umum Irvan A. Karim, SH, MH, Plt Kasi Pemberantasan Aipda Irwan Widodo, Ketua Tim Rehabilitasi Anissa, S.Farm, serta Penyuluh Narkoba Ahli Muda Siti Nuralfiani, SKM, dan dihadiri sejumlah awak media.
Dalam pemaparannya, AKBP Djohansah Rahman menegaskan bahwa sepanjang tahun 2025 BNNK Touna terus memperkuat upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di berbagai sektor, sejalan dengan tagline “War On Drugs For Humanity”.
“Perang melawan narkoba yang kami lakukan adalah upaya kemanusiaan, dengan tujuan utama melindungi dan menyelamatkan manusia.
Kami bersikap tegas dan tanpa kompromi terhadap bandar dan jaringan narkotika, namun tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia melalui pendekatan rehabilitasi bagi pengguna,” ujar Djohansah.
Pada bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNNK Touna fokus melakukan intervensi di wilayah pedesaan dan kelurahan melalui pembentukan Desa/Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba).
Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 11 Desa/Kelurahan Bersinar telah terbentuk sejak 2020.
Desa dan kelurahan tersebut meliputi Kelurahan Muara Toba (2020); Desa Tete B dan Desa Pusungi (2021); Desa Sumoli, Kelurahan Malotong, serta Desa Tontouan Kabupaten Banggai (2022); Desa Saluaba dan Kelurahan Bailo (2023); Kelurahan Dondo Barat dan Desa Labuan (2024); serta Kelurahan Labiabae (2025).
Selain itu, pada tahun 2025 BNNK Touna juga membentuk 30 relawan dan 50 penggiat anti narkoba yang berperan aktif dalam memberikan edukasi dan informasi P4GN di lingkungan pendidikan, instansi pemerintah, serta masyarakat Kelurahan Labiabae.
“Dari hasil evaluasi, Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) instansi mencapai angka 3,42, yang berarti berada pada kategori sangat mandiri,” jelasnya.
BNNK Touna juga melaksanakan program deteksi dini penyalahgunaan narkoba melalui tes urine di sejumlah instansi pemerintah dan lembaga pendidikan terhadap 233 orang. Hasilnya, dua orang dari lingkungan pendidikan terdeteksi positif menggunakan metamfetamin/amfetamin (sabu).
“Keduanya selanjutnya menjalani asesmen dan diarahkan mengikuti program rehabilitasi sesuai ketentuan,” ungkap Djohansah.
Sementara itu, untuk program nasional Ketahanan Keluarga, BNNK Touna pada tahun 2025 melakukan intervensi terhadap 20 keluarga di Kelurahan Labiabae, yang terdiri dari 20 orang tua dan 20 anak.
“Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan hidup keluarga, pola pengasuhan orang tua, pemahaman anak terhadap bahaya narkoba, serta mendorong penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga,” pungkasnya.


