Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Wabup Surya Buka Sosialisasi Garis Sempadan Tiga Danau Banano, Tekankan Kelestarian Lingkungan

Redaksi
08 October 2026
Last Updated 2026-10-14T13:27:49Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Space Iklan

 

TOUNA – Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj. Surya Lapasiri, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan melibatkan masyarakat dalam proses kajian penetapan garis sempadan Danau Banano I, Danau Banano II, dan Danau Banano III di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. ( 08/10/2026)


Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi Masyarakat dalam rangka Kajian Penetapan Garis Sempadan ketiga danau tersebut. Dalam kesempatan itu, ia juga secara resmi membuka kegiatan sosialisasi yang melibatkan pemerintah, tim kajian, pemangku kepentingan, dan masyarakat.


Atas nama Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, Surya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses kajian, mulai dari persiapan, pengumpulan data, survei lapangan, pembahasan hingga sosialisasi kepada masyarakat.


Menurutnya, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian penting dari rangkaian kajian untuk membangun pemahaman bersama, menghimpun masukan masyarakat, serta memastikan hasil kajian sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.


Ia menegaskan, penetapan garis sempadan danau tidak hanya berkaitan dengan penentuan batas secara teknis, tetapi juga menyangkut upaya menjaga fungsi danau, melindungi ekosistem, mempertahankan ketersediaan sumber daya air, serta mewujudkan tata kelola ruang yang tertib dan berkelanjutan.


“Setiap kebijakan yang berkaitan dengan penataan kawasan sempadan danau harus dilaksanakan dengan pendekatan yang bijak, terukur, partisipatif, dan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat,” demikian penegasan dalam sambutan tersebut.


Masyarakat Dilibatkan dalam Kajian


Surya menjelaskan, Danau Banano I, Danau Banano II, dan Danau Banano III merupakan bagian dari kekayaan sumber daya alam Kabupaten Tojo Una-Una yang memiliki nilai penting, baik dari sisi lingkungan maupun kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya.


Karena itu, pemerintah tidak hanya membutuhkan data teknis, peta, hasil pengukuran, dan analisis akademik, tetapi juga informasi serta pengetahuan lokal dari masyarakat yang memahami kondisi wilayah tersebut.


Masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memberikan informasi mengenai sejarah pemanfaatan ruang, perubahan kondisi lingkungan, serta berbagai persoalan yang terjadi di sekitar kawasan danau.


Untuk itu, ia berharap kegiatan sosialisasi dapat menjadi ruang dialog yang terbuka antara pemerintah, tim kajian, dan masyarakat, sehingga berbagai masukan dapat dipertimbangkan dalam penyusunan hasil kajian.


Pembangunan Harus Memperhatikan Kelestarian Alam


Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una berkomitmen mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.


Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tojo Una-Una, yakni “Mewujudkan Masyarakat Tojo Una-Una yang Religius, Maju, Adil dan Sejahtera Berbasis Sektor Unggulan yang Berkelanjutan.”


Menurutnya, prinsip keberlanjutan mengandung makna bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat saat ini sekaligus menjamin kelestariannya bagi generasi mendatang.


Penetapan garis sempadan danau diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mencegah potensi persoalan di kemudian hari, khususnya terkait pemanfaatan ruang, aktivitas masyarakat di sekitar danau, kualitas lingkungan, dan kepastian pengelolaan kawasan.


Ia juga menekankan bahwa penataan kawasan sempadan harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta didukung data dan informasi yang akurat.


Jaga Danau dengan Semangat Sivia Patuju


Menutup sambutannya, Surya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, fungsi, dan kelestarian lingkungan danau.


Menurutnya, menjaga danau bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.


Pemerintah memiliki kewajiban menyusun regulasi, menyiapkan data, melakukan pengawasan, dan memberikan edukasi. Sementara itu, masyarakat berperan penting dalam menjaga lingkungan serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.


Ia berharap Danau Banano I, Danau Banano II, dan Danau Banano III tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi ekologisnya.


Surya juga mengajak masyarakat memperkuat semangat kebersamaan melalui filosofi Kabupaten Tojo Una-Una, “Sivia Patuju”, yang bermakna satu tujuan.


Melalui semangat tersebut, ia berharap pemerintah dan masyarakat dapat menyatukan langkah dalam menjaga lingkungan serta mengelola sumber daya alam secara bijaksana.


Kepada seluruh peserta sosialisasi, ia berpesan agar mengikuti kegiatan dengan baik, menyampaikan pendapat secara terbuka dan konstruktif, serta memberikan informasi yang benar sesuai kondisi di lapangan.


Dengan demikian, kajian penetapan garis sempadan ketiga Danau Banano diharapkan menghasilkan rekomendasi yang mempertimbangkan aspek teknis, kelestarian lingkungan, dan kondisi sosial masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kekayaan alam Kabupaten Tojo Una-Una.


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Berita