JAKARTA – Upaya pemerataan listrik hingga ke wilayah terpencil terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang difokuskan pada pengurangan emisi sekaligus peningkatan keandalan pasokan listrik.
Penandatanganan tersebut berlangsung di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta, Selasa (7/4/2026), dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sejumlah kepala daerah, jajaran PT PLN (PersJAKARTA – Upaya pemerataan listrik hingga ke wilayah terpencil terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang difokuskan pada pengurangan emisi sekaligus peningkatan keandalan pasokan listrik.
Penandatanganan tersebut berlangsung di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta, Selasa (7/4/2026), dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sejumlah kepala daerah, jajaran PT PLN (Persero) wilayah Sulawesi Tengah, serta investor dari PT Ace Energy Service bersama mitra perusahaan energi lainnya.
Sejumlah kepala daerah yang hadir berasal dari Kabupaten Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Donggala, Morowali, Buol, hingga Tolitoli. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam mendorong pemerataan energi di wilayah masing-masing.
Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya, menyampaikan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut. Ia menilai program ini menjadi solusi strategis bagi daerah yang memiliki karakter geografis kepulauan dan masih menghadapi keterbatasan akses listrik.
Menurutnya, kehadiran listrik tenaga surya akan sangat membantu masyarakat, khususnya di desa-desa terpencil yang selama ini belum terlayani secara optimal. Ia berharap proyek ini segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam mendukung sektor pendidikan, perekonomian, dan pelayanan dasar.
Program ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus meningkatkan kualitas layanan listrik di daerah dengan tingkat keandalan yang masih terbatas.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa investasi di sektor energi merupakan kebutuhan mendesak, terutama dalam mendorong transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Ia menyebut, program “Berani Menyala” menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan listrik yang merata. Menurutnya, kerja sama ini menjadi awal langkah besar bagi daerah dalam mengembangkan sumber energi baru terbarukan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pun optimistis proyek ini dapat segera direalisasikan, sehingga masyarakat di wilayah pelosok, termasuk pulau-pulau kecil, dapat menikmati akses listrik yang lebih merata.
Melalui program “Berani Menyala”, diharapkan pemanfaatan energi bersih semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan pemerataan listrik, dari wilayah perkotaan hingga desa terpencil di seluruh Sulawesi Tengah.ero) wilayah Sulawesi Tengah, serta investor dari PT Ace Energy Service bersama mitra perusahaan energi lainnya
.
Sejumlah kepala daerah yang hadir berasal dari Kabupaten Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Donggala, Morowali, Buol, hingga Tolitoli. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam mendorong pemerataan energi di wilayah masing-masing.
Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya, menyampaikan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut. Ia menilai program ini menjadi solusi strategis bagi daerah yang memiliki karakter geografis kepulauan dan masih menghadapi keterbatasan akses listrik.
Menurutnya, kehadiran listrik tenaga surya akan sangat membantu masyarakat, khususnya di desa-desa terpencil yang selama ini belum terlayani secara optimal. Ia berharap proyek ini segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam mendukung sektor pendidikan, perekonomian, dan pelayanan dasar.
Program ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus meningkatkan kualitas layanan listrik di daerah dengan tingkat keandalan yang masih terbatas.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa investasi di sektor energi merupakan kebutuhan mendesak, terutama dalam mendorong transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Ia menyebut, program “Berani Menyala” menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan listrik yang merata. Menurutnya, kerja sama ini menjadi awal langkah besar bagi daerah dalam mengembangkan sumber energi baru terbarukan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pun optimistis proyek ini dapat segera direalisasikan, sehingga masyarakat di wilayah pelosok, termasuk pulau-pulau kecil, dapat menikmati akses listrik yang lebih merata.
Melalui program “Berani Menyala”, diharapkan pemanfaatan energi bersih semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan pemerataan listrik, dari wilayah perkotaan hingga desa terpencil di seluruh Sulawesi Tengah.

.jpg)
