TOUNA – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) terus memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan demam berdarah dengue (DBD) di sejumlah wilayah yang terindikasi terjadi penularan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni pengasapan atau fogging menggunakan mesin khusus dengan insektisida untuk memberantas nyamuk dewasa, terutama nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor utama penularan DBD.
Pelaksana Tugas Harian Dinkes P2KB Tojo Una-Una, Hardi, mengatakan kegiatan pemberantasan nyamuk telah dilakukan di enam kecamatan di wilayah kepulauan yang tercatat memiliki kasus DBD. Kasus tersebut diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan maupun faktor mobilitas masyarakat dari luar daerah.
Selain wilayah kepulauan, fogging juga menyasar sejumlah wilayah daratan, di antaranya Kecamatan Ampana Kota, Ratolindo, dan Ampana Tete. Petugas juga membagikan bubuk abate kepada masyarakat untuk membantu mengendalikan jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air.
Dinkes P2KB turut berkoordinasi dengan petugas surveilans untuk memantau perkembangan kasus penyakit menular, khususnya DBD, di wilayah Kabupaten Tojo Una-Una.
“Semua langkah yang kami lakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dan kami kerahkan semaksimal mungkin,” ujar Hardi, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama agar kasus DBD dapat ditekan sejak dini. Masyarakat juga diharapkan aktif menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
“Lebih baik kita mencegah dan memberantas DBD sejak dini,” tegasnya.
Untuk memperkuat langkah pencegahan, Dinkes P2KB membutuhkan dukungan dan sinergi Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa.
Sinergi tersebut diperlukan untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, mengubur atau mengelola barang bekas yang berpotensi menampung air, serta tidak membiarkan genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Upaya pemberantasan tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kasus muncul, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam melakukan pencegahan secara rutin untuk menekan risiko penularan DBD maupun penyakit yang ditularkan oleh nyamuk lainnya.


