TOUNA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tojo Una-Una menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) menyikapi musibah tenggelamnya speedboat yang mengangkut 11 wisatawan mancanegara dalam perjalanan dari Una-Una menuju Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026. Hingga saat ini, pengemudi speedboat masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan oleh tim SAR.
RDP berlangsung di Ruang Aspirasi DPRD Touna, Senin (27/7/2026), dan dipimpin langsung Ketua DPRD Touna, Gusnar A. Suleman, didampingi sejumlah anggota DPRD.
Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Asisten I, jajaran Polres Touna, Kepala Dinas Pariwisata, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Dalam rapat, Gusnar menjelaskan dinamika proses pencarian korban, termasuk kendala geografis dan koordinasi antarwilayah dalam operasi SAR.
Menurutnya, lokasi kejadian berada sekitar 24 mil laut dari wilayah Tojo Una-Una. Sementara itu, jarak dari wilayah Gorontalo menuju Marisa mencapai sekitar 33 mil laut.
“Oleh karena itu, pertolongan pertama secara teknis dilakukan oleh Tim SAR Gorontalo. Sementara SAR Touna terus aktif berkoordinasi dengan SAR Provinsi Sulawesi Tengah di Palu untuk memperluas jangkauan pencarian,” ujar Gusnar.
Ia menegaskan, keterlibatan tim SAR dari daerah lain bukan berarti Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una lepas tangan terhadap musibah tersebut.
“Kami tegaskan, bukan berarti kami lepas tanggung jawab. Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una tetap bertanggung jawab sepenuhnya. Hingga kini pengemudi kapal masih dalam proses pencarian,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, telah didirikan dua posko informasi yang melibatkan unsur SAR Gorontalo, SAR Palu, dan SAR Touna. Posko tersebut diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi sekaligus penyampaian informasi perkembangan pencarian.
Melalui RDP tersebut, DPRD Touna juga menerima penjelasan dari Pemerintah Kabupaten, BPBD, Polres Touna, serta instansi terkait mengenai kronologi kejadian, proses pencarian, hingga langkah penanganan pascakejadian.
Gusnar juga mendorong agar musibah tersebut tidak hanya berhenti pada proses pencarian, tetapi dilanjutkan dengan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab kejadian serta memastikan aspek keselamatan wisatawan.
“Kita menyarankan agar segera dilakukan penyelidikan mendalam bersama pihak kepolisian. Nantinya, kita juga akan meninjau langsung lokasi resort untuk melihat kondisi dan memastikan aspek keselamatan bagi wisatawan,” jelasnya.
DPRD Touna berharap seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi dan mengutamakan keselamatan wisatawan, sekaligus menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi terhadap standar keamanan transportasi laut dan aktivitas pariwisata di wilayah Kepulauan Togean.


