TOUNA – Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, menjelaskan kondisi pertumbuhan anggaran daerah yang tidak sebanding dengan peningkatan kebutuhan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menerima puluhan awak media di ruang kerjanya, Kamis (12/3/2026).
Menurut Ilham Lawidu, peningkatan kebutuhan masyarakat terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk serta berbagai kebutuhan pembangunan di daerah.
“Kalau kita berdasar pada anggaran APBD, tentu semuanya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Mengapa kita harus turun langsung melihat kondisi di lapangan? Karena biaya kebutuhan masyarakat terus meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan anggaran daerah memang mengalami kenaikan, namun nilainya masih terbatas.
Bupati menyebutkan, sejak tahun 2020 hingga 2024 kenaikan anggaran daerah setiap tahun berkisar antara Rp10 miliar hingga Rp20 miliar.
Namun di sisi lain, kata dia, kebutuhan masyarakat meningkat jauh lebih besar, bahkan diperkirakan mencapai Rp100 miliar hingga Rp200 miliar setiap tahun.
“Artinya ada kesenjangan antara peningkatan kebutuhan masyarakat dengan pertumbuhan anggaran yang tersedia. Itulah yang kemudian terakumulasi dari tahun ke tahun,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya mengoptimalkan anggaran yang ada agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara bertahap melalui berbagai program prioritas pembangunan.
Ia juga berharap dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan daerah dapat terus berjalan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una.


