TOUNA – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) menggelar aksi bersih lingkungan dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026, Rabu (9/9/2026).
Aksi yang dipusatkan di sepanjang pesisir Pantai Taman JH tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia pendidikan, komunitas hingga para penggiat lingkungan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una dalam mendorong kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga memiliki potensi sebagai kawasan wisata daerah.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Touna turut berpartisipasi. Sebagian OPD melaksanakan kerja bakti di wilayah kerja masing-masing, sementara lainnya bergabung dalam aksi bersama di kawasan Pantai Taman JH.
Aksi tersebut turut melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perikanan, Balai Taman Nasional Kepulauan Togean, KPH Sivia Patuju, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kecamatan Ampana Kota, Koramil 1307-05/Ratolindo, Polsek Ampana Kota, SMA Negeri 1 Ampana Kota, SMP Negeri 1 Ampana Kota, kelompok pecinta alam serta sejumlah penggiat lingkungan.
Dengan semangat gotong royong, para peserta menyisir kawasan pesisir dan mengumpulkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di sepanjang Pantai Taman JH.
Dari aksi tersebut, sebanyak 288 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dari kawasan pesisir Pantai Taman JH.
Kepala DLHPKPP Kabupaten Tojo Una-Una, Hamid Lasodi, mengatakan peringatan World Cleanup Day menjadi momentum penting untuk mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, aksi bersih Pantai Taman JH bukan sekadar kegiatan membersihkan sampah, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Mari kita jadikan World Cleanup Day ini sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran kita bersama terhadap kebersihan lingkungan. Pantai dan lingkungan yang bersih bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mendukung potensi pariwisata dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hamid.
Ia menegaskan, keterlibatan berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, instansi terkait, dunia pendidikan, komunitas, serta para penggiat lingkungan, menurut Hamid, perlu terus diperkuat dan tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu.
Hamid berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam peringatan World Cleanup Day tersebut dapat terus dipelihara dan menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Lingkungan yang bersih dan sehat tidak hanya menciptakan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan daya tarik kawasan sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata,” katanya.
Ia menambahkan, menjaga kebersihan Pantai Taman JH merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Tojo Una-Una. Kebersihan kawasan pesisir juga menjadi salah satu faktor penting dalam membangun citra daerah yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan.
Melalui peringatan World Cleanup Day 2026, Pemkab Tojo Una-Una mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diwujudkan melalui aksi nyata, perubahan perilaku, serta kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan. (*)


