Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Gubernur Anwar Hafid Buka Rakor Evaluasi Asta Cita di Touna, Tekankan Sinergi dan Solusi Nyata

Redaksi
11 September 2026
Last Updated 2026-09-15T14:17:29Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Space Iklan

TOUNA – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia di Reconnect Buka Buka Island, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Jumat (11/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta pemerintah kabupaten/kota dalam memastikan pelaksanaan berbagai program prioritas nasional berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, S.H., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Gubernur Sulawesi Tengah beserta jajaran, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, serta seluruh peserta Rakor.


Ilham Lawidu mengaku mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadikan Kabupaten Tojo Una-Una sebagai lokasi pelaksanaan Rakor Evaluasi Program Asta Cita.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tengah beserta seluruh jajaran dan para peserta Rakor di Kabupaten Tojo Una-Una. Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Ilham.


Ia berharap pelaksanaan Rakor dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarpemerintah dalam mengawal program prioritas nasional di Sulawesi Tengah.


Bupati juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan maupun pelayanan selama kegiatan masih terdapat kekurangan.


“Kami telah berupaya memberikan pelayanan yang terbaik, namun apabila masih terdapat kekurangan, kami mohon kiranya dapat dimaklumi,” ungkapnya.


Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa implementasi Asta Cita di Sulawesi Tengah harus berjalan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah 2025–2029 yang dijabarkan melalui sembilan program unggulan atau 9 Berani.


“Visi besar kita, ‘Berani Mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai Wilayah Pertanian dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan’, dijabarkan dalam empat misi RPJMD yang selaras dengan seluruh delapan poin Asta Cita,” kata Anwar Hafid.


Dalam Rakor tersebut, Gubernur memaparkan sejumlah capaian program prioritas nasional di Sulawesi Tengah.


Untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pembentukan koperasi telah mencapai 100 persen dari target sebanyak 1.981 unit.


Sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mengoperasikan 228 dari target 307 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program tersebut telah melayani 900.492 penerima manfaat yang tersebar di 13 kabupaten/kota.


Di sektor ketahanan pangan, realisasi cetak sawah baru mencapai 8.739,95 hektare dari target 10.180 hektare yang tersebar di 10 kabupaten. Program ini diproyeksikan memiliki potensi tambahan produksi hingga 61.080 ton gabah kering giling.


Untuk Program Sekolah Rakyat, pemerintah telah mengusulkan pembangunan di 12 lokasi yang tersebar pada 11 kabupaten/kota.


Sedangkan program pemeriksaan kesehatan gratis mencatat sebanyak 392.178 jiwa telah hadir untuk mendapatkan layanan dari target 3.156.102 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 291.980 jiwa telah mendapatkan pelayanan kesehatan.


Pada sektor penyediaan rumah layak huni, hingga triwulan pertama 2026 telah terealisasi 6.629 unit dari target penanganan sebanyak 131.650 unit rumah tidak layak huni.


Gubernur juga memaparkan dukungan anggaran terhadap sembilan program unggulan 9 Berani. Pada 2025, program tersebut didukung anggaran sekitar Rp1,73 triliun. Sementara pada 2026, telah dialokasikan lebih dari Rp1,1 triliun hingga saat ini.


Salah satu program unggulan, Berani Cerdas, telah memberikan beasiswa kepada 23.649 penerima pada 2025 dengan total anggaran lebih dari Rp84,9 miliar.


Meski sejumlah capaian telah diraih, Anwar Hafid menegaskan Rakor tidak boleh hanya menjadi forum penyampaian laporan keberhasilan.


Menurutnya, Rakor harus menjadi ruang evaluasi yang terbuka untuk mengidentifikasi persoalan dan kendala yang masih terjadi di lapangan, sekaligus mencari solusi secara bersama-sama.


“Rapat koordinasi ini adalah ruang evaluasi yang jujur dan terbuka, bukan sekadar seremoni pelaporan,” tegasnya.


Ia menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar berbagai program prioritas nasional dapat dilaksanakan secara lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran.


Dengan sinergi yang berkelanjutan, program Asta Cita diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Sulawesi Tengah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, S.H., Wakil Bupati Tojo Una-Una Hj. Surya, S.Sos., M.Si., para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, serta para tamu undangan.

Sumber: PPID Dinas Kominfo Touna

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Berita