AMPANA – Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang wajib dipenuhi oleh negara. Namun, menurutnya, jalur pendidikan formal saja belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang memiliki kondisi sosial, ekonomi, dan geografis yang beragam.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) PTK PNF II Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional (ASTINA) Sulawesi Tengah di Ampana, Jumat (19/6/2026).
Dalam sambutannya, Surya mengatakan pendidikan nonformal melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat menempuh pendidikan melalui jalur formal.
Menurutnya, pendidikan nonformal bukan sekadar pilihan alternatif, melainkan pilar penting yang memberikan kesempatan kedua bagi anak putus sekolah, warga belajar usia dewasa, hingga masyarakat di wilayah terpencil untuk memperoleh hak pendidikan yang setara melalui Program Paket A, Paket B, dan Paket C.
Ia menilai tema kegiatan, "Transformasi Kompetensi PTK PNF Sulawesi Tengah Menuju Pendidikan Nonformal yang Berkualitas dan Berdaya Saing", sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini.
"Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang dirancang pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan para tutor dan pengelola pendidikan yang berhadapan langsung dengan warga belajar di lapangan," ujarnya.
Surya juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga pendidik nonformal. Menurutnya, di era transformasi digital dan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis pembelajaran mendalam, para tutor dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menerapkan pendekatan andragogi atau pendidikan orang dewasa yang inklusif, kreatif, dan berbasis pemberdayaan.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelaksanaan Bimtek yang berlangsung selama tiga hari tersebut untuk memperkaya pengetahuan, memperluas jejaring, serta berbagi praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
"Manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu dari para narasumber, membuka ruang diskusi, menjalin kolaborasi antardaerah, dan membawa pulang praktik-praktik baik untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing," harapnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada DPW ASTINA Sulawesi Tengah yang dinilai konsisten dalam meningkatkan kompetensi para pendidik nonformal serta memperjuangkan pengembangan pendidikan kesetaraan di daerah.
"Komitmen organisasi profesi seperti ASTINA menjadi mitra penting pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulawesi Tengah," tegasnya.


